Di Era AI, Mengapa Pemahaman Kode Tetap Menjadi Kunci Keamanan Utama?
Di tahun 2026, istilah "Vibe Coding" menjadi tren di kalangan developer muda. Konsepnya sederhana: biarkan AI menulis sebagian besar kode, sementara manusia hanya bertugas mengatur "vibe" atau alur besarnya saja. Terdengar efisien? Mungkin. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat lonjakan signifikan dalam kerentanan siber (cyber vulnerabilities) yang mengancam integritas aplikasi modern. Apa Itu Vibe Coding? Vibe coding adalah praktik pengembangan software di mana developer menyerahkan proses penulisan kode secara hampir penuh kepada Large Language Models (LLM) seperti GitHub Copilot, Cursor, atau Claude. Developer tidak lagi membaca setiap baris kode, melainkan hanya memastikan bahwa output AI "terasa benar" atau sesuai dengan keinginan visual/fungsionalnya. Masalahnya, "terasa benar" tidak sama dengan "aman secara teknis". Mengapa Vibe Coding Memicu Ledakan Kerentanan Cyber? Ilusi Kompetensi dan Kurangnya Code Review Ketika AI...